Skip to main content
Ilcc

SMP di Kota Bengkulu Target Sabet Juara Favorit di LCC Museum Nasional

Kota Bengkulu (AMBONEWS) - Mewakili Provinsi Bengkulu di Lomba Cerdas Cermat (LCC) Museum tingkat nasional, Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 01 Kota Bengkulu meminta seluruh dukungan masyarakat dalam upaya menyabet juara favorit pada gelaran tersebut.

Sebagai Kepala sekolah SMPN 01 Idiarman mengajak seluruh masyarakat, khususnya Kota Bengkulu untuk sama-sama mendukung dan meluangkan waktunya untuk memilih atau mempoling SMPN 1 agar meraih juara favorit.

“Ini kan mewakili Provinsi Bengkulu, maka kita berharap ada dukungan masyarakat. Ini peluang kita untuk mengangkat nama baik sekolah, kota, provinsi Bengkulu dikancah nasional. Nanti ada linknya kita bagikan, dan kita berharap para masyarakat memilihnya (klik provinsi Bengkulu),” ajaknya.

Karena, Idiarman menilai siswa/i yang mewakili Provinsi Bengkulu di LCC museum layak mendapatkannya.

“Memang layak jadi favorit, mulai dari baju adat kita, anak-anak semua semangat, kompak, ini memang-memang benar disiapkan semuanya,” tambah Idiarman.

Ia mengatakan hal ini perlu diviralkan agar poling provinsi Bengkulu melampaui seluruh peserta provinsi se-Indonesia lainnya.

“Harus diviralkan agar kita jadi juara favorit,” tuturnya.

Sebelumnya, Idiarman menceritakan perjuangan siswa/i SMPN 1 yang telah mengikuti setiap tahapan LCC.

“Alhamdulillah sudah dilaksnakan secara online atau daring dan didukung teknologi yang memadai. Semuanya berjalan lancar kita tampil menggunakan pakaian adat, yel-yel bahasa daerah Bengkulu dan ciri khas Bengkulu lainnya,” jelasnya.

Dalam perebutan tiket seterusnya (finalis), Bengkulu bersaing dengan provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat.

“Kita hanya menjadi peringkat 2 karena kalah dengan Jakarta dengan selisih 50 poin saja. Disini ada 3 sesi, yang pertama soal aliran untuk setiap regu, alhamdulillah kita memimpin dan skor paling tinggi. Yang ke-dua kita juga masih unggul. Tapi sangat disayangkan di sesi 3 kita ada satu soal yang salah dan ini dikurang 100 poin dan ada juga soal 1 yang tak di jawab, sedangkan Jakarta menjawab. Inilah yang membuat kita tersalip poinnya,” tutupnya. 

mgids