Skip to main content
Camat Enggano saat menyampaikan sambutannya.

Dikunjungi Gubernur, Camat Enggano Curhat dan Sampaikan Permintaan

AMBONEWS.COM, Bengkulu Utara - Dihadapan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Camat Enggano Marlensius ceritakan kondisi Enggano saat ini.

Dalam kesempatan menyampaikan sambutannya, Camat Enggano Marlensius menyampaikan di Pulau Enggano ini tercatat 1194 Kepala Keluarga, 4241 jiwa serta masyarakat Pulau Enggano menganut agama Islam dan Kristen.

Kemudian, di Pulau Enggano terdapat lima suku asli Enggano dan satu suku pendatang, yakni suku Kamai. Lalu, di Enggano ini ada enam desa, mulai dari barat ke timur, yakni Desa Banjar Sari, Desa Meok, Desa Apoho, Desa Malakoni, Desa Kaana dan Desa Kahyapu.

"Fasilitas umum yang ada di Pulau Enggano ada satu Rumah Sakit bergerak, satu buah Puskesmas dan tiga Puskesmas Pembantu, dilayani oleh satu orang dokter, jadi kalau dokternya pulang terpaksa kami tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, jadi hanya ada jasa dari perawat," Kata Camat Enggano, Kamis (20/1).

Kemudian, beliau juga menyampaikan mengenai sarana pendidikan di Pulau Enggano dan sarana transportasi untuk menuju atau keluar Pulau Enggano.

Kondisi sarana transportasi di Enggano ini juga disampaikan oleh Camat sudah rusak berat, seperti jalur laut di Pelabuhan Kahyapu maupun Pelabuhan Malakoni serta jalur darat kondisi jalan sepanjang 40 KM juga dalam kondisi rusak berat, namun untuk jalur udara ada pesawat dengan jadwal penerbangan dua minggu sekali.

Untuk itu, beliau meminta kepada Gubernur agar sarana transportasi di Pulau Enggano ini diperbaiki, baik jalur laut maupun darat, namun untuk jalur udara beliau meminta agar ada penambahan jadwal penerbangan.

"Pertama kami mohon supaya Dermaga Malakoni dapat diperbaiki atau direhab, yang kedua untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Puskesmas kami mohon agar bisa ditingkatkan pelayanannya menjadi pelayanan rawat inap dan tambahan dokter untuk membantu pelayanan kesehatan di Pulau Enggano, kemudian jalan poros kami yang ada 40 KM ini dapat ditingkatkan pembangunannya menjadi jalan hotmix," Pinta Camat kepada Gubernur.

Kemudian, masalah BBM yang menjadi masalah di Pulau Enggano setiap bulan, karena pasokan BBM untuk Pulau Enggano diangkut menggunakan Kapal Pulo Tello atau kapal Ferry yang takut dengan badai, jadi beliau juga meminta agar pasokan BBM untuk Pulau Enggano bisa diangkut menggunakan Kapal Tanker yang bisa rutin setiap bulan membawa pasokan BBM masuk ke Pulau Enggano. (Nay)