Skip to main content

Habitat Terganggu, Rohidin Minta Kepolisian dan BKSDA Tingkatkan Pengamanan Hutan

  Bengkulu, ewarta.co - Munculnya kasus salah satu warga Seluma (Ridwan) yang menjadi korban keganasan binatang buas. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah angkat bicara dan meminta Kepolisian juga BKSDA tingkatkan pengamanan dan penertiban hutan, Minggu (6/1). Diketahui selama dua tahun terakhir Kabupaten Seluma menjadi salah satu daerah rawan banjir cukup parah bahkan kian tahun semakin meningkat, tahun lalu ada ratusan rumah warga terendam banjir akibat gundulnya hutan dihulu.  Kini muncul lagi ancaman binatang buas yang sudah mulai turun gunung dan masuk ke pemukiman warga, ini diduga akibat maraknya pembalakan hutan sehingga habitat mereka terganggu dan terpaksa turun ke pemukiman, karena kesulitan mendapatkan makanan di dalam hutan. Ini tak bisa di biarkan lagi dan harus segera di atasi dan dicari solusinya, Sebelumnya Seluma tak pernah terkena banjir separah itu tetapi belakangan semakin memprihatinkan. "Saya meminta kepada aparat Kepolisian dan Polisi hutan (BKSDA) lebih meningkatkan pengamanan dan penertiban hutan dan menindak tegas pelaku pembalakan, pasalnya saat ini terlihat jelas hutan dihulu sudah benar-benar gundul," tegas Rohidin. Tak hanya perseorangan, perusahaan sekalipun jika merusak ekosistem maka harus ditindak tegas tanpa pandang bulu termasuk mengkaji ulang perijinan yang telah dikeluarkan, karena jika di biarkan tentu hal ini sangat membahayakan masyarakat, terutama warga Seluma dan sekitarnya. Salah satu bukti terganggunya dan munculnya binatang buas ke pemukiman warga, menunjukkan jika habitat mereka sudah mulai terganggu. "Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, sangat menyayangkan kejadian kemarin (Sabtu 5/1) salah satu warga Seluma (Ridwan) diserang dan terkam beruang sehingga mengalami luka serius, seharusnya ini bisa dicegah,"tutup Rohidin. (AR)