Skip to main content
Jalan Enggano

Jalan di Pulau Enggano Rusak Parah

Bengkulu Utara (AMBONEWS) - Camat Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu Susanto mengungkap kondisi infrastruktur jalan penghubung enam desa di pulau terluar itu mengalami rusak parah.  

Jalan sepanjang 32 kilo meter (Km) berdasarkan SK Jalan Tahun 2019, penghubung jalan Banjar Sari- Malakoni-Kahyapu yang menghubungkan dua Pelabuhan utama Pelabuhan Malakoni dan Pelabuhan Kahyapu mengalami kerusakan hingga 60 persen.

"Sepanjang 8 kilometer jalan yang pernah dibangun pemerintah daerah di rute Desa Kahyapu hingga Desa Kaana, 60 persen kondisinya sudah mengalami kerusakan" kata Susanto, Sabtu (12/2/22). 

Kerusakan jalan penghubung enam desa tersebut, lanjut Susanto, diidentifikasi dengan sebanyak 4 ruas jalan terputus dan 79 titik lubang jalan.

"Dari Pelabuhan Feri ASDP di Desa Kahyapu hingga Desa Kaana mengalami rusak total. Kerusakan terasa saat kondisi hujan. Aksesibilitas kendaraan terhambat dan aktivitas masyarakat terganggu saat kondisi ini," kata dia.

Bahkan, kata Susanto, di ruas jalan penghubung Desa Kaana hingga Desa Malakoni belum pernah dibangun sama sekali. 

Ia mengatakan dalam kondisi cuaca baik saja, jalan di pulau seluas 39 ribu hektar ini sulit untuk dilalui kendaraan roda 4. 

"Hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat, selebihnya, mobil muatan roda 4 tak bisa melalui jalan-jalan ini," katanya. 

Dirinya juga membeberkan beberapa jembatan penghubung yang turut mengalami kerusakan serupa. 

Susanto menyayangkan lambatnya upaya pemerintah daerah maupun pusat untuk kembali membangun infrastruktur di wilayah ini. Mengingat, jalan menjadi satu-satunya urat nadi perekonomian masyarakat.

"Fungsi utama dari ruas jalan ini adalah akses untuk angkutan hasil perkebunan dan lalu lintas umum. Ketika jalan rusak, aktivitas perekonomian masyarakat jadi terhambat," ujarnya.

Ia pun meminta pemerintah segera membenahi infrastruktur di wilayah ini. 

Demikian apabila ditindaklanjuti, usulan pembangunan dengan konstruksi jalan utama baiknya berupa jalan beton karena karakteristik tanah lunak dan curah hujan tinggi untuk mengantisipasi kerusakan jalan.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi telah meninjau Pulau Enggano sebagai identifikasi awal pada 2020 lalu.

Pemerintah pusat memasukan Pulau Enggano dalam prioritas strategis atau Major Project takni penekanan kebijakan dan pendanaan dalam proyek prioritas terpilih atau pengintegrasian beberapa proyek prioritas yang bersifat lintas program prioritas.

Di mana kegiatan prioritas dan/atau prioritas nasional ini tertuang dalam RPJMN 2020-2024, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020. 

"Pulau Enggano menjadi salah satu lokasi Major Project Nomor 30 yakni Pembangunan Jalan Trans pada 18 Pulau Tertinggal, Terluar, dan Terdepan,” begitu sebutnya. (Bisri)