Ke Kota Bengkulu, Disdukcapil Sumbar Ngaku Terpikat Dengan Inovasi SLAWE
AMBONEWS.COM, Kota Bengkulu - Program yang dikucurkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu yakni aplikasi Sistem Pelayanan Administrasi Warga Secara Elektronik (SLAWE) nampaknya kian memukau.
Sebab, inovasi SLAWE ini telah memikat beberapa pemerintah daerah lain sehingga ingin mengadopsi inovasi yang diunggulkan oleh Dinas Dukcapil Kota Bengkulu ini kini memikat hati Dinas Dukcapil Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Inovasi SLAWE ini dikucurkan lantaran kondisi Pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya pengurangan masa yang berkunjung ke dukcapI sampai 70 persen, karena sebelum adanya inovasi ini, kondisi Kantir Dinas Dukcapil Kota Bengkulu hampir seperti pasar, artinya selalu ramai pengunjung.
“Pelayanan SLAWE ini memang dituntut oleh kepala daerah dan ini menjadi salah satu inovasi kami. Pak dirjen dukcapil sempat sidak ke sini. Beliau tertarik. Beliau mengatakan inilah yang dia inginkan. Dirjen mengatakan aplikasi seperti inilah yang harus diterapkan secara nasional,” ungkap Plt Kadis Dukcapil Kota Bengkulu Nofri Andriyanto, Senin (26/10).
Nofri juga menjelaskan di Kota Bengkulu juga ada program 3 in 1 suka duka. Yakni menerbitkan dan mengantar langsung akta kematian setiap ada warga yang meninggal termasuk membuatkan KTP serta KK baru yang diantarkan langsung oleh Pimpinan Daerah atau saat ini Plt Walikota Dedy Wahyudi kepada pemilik admiduk.
Sementara itu, Kabid Adminduk Dukcapil Sumbar Dasran mengaku sangat tertarik dengan aplikasi SLAWE ini, untuk itu, beliau bersama rombongan berkunjung ke Dukcapil Kota Bengkulu juga ingin dapatkan informasi terutama terhadap pindah datang antar Kota Bengkulu dengan kabupaten/kota di Sumbar supaya sama-sama bisa mencarikan solusinya terhadap masyarakat yang belum berkesempatan melapor untuk pindah datangnya agar bisa mendapatkan dokumen kependudukannya.
“Soal SLAWe ini kami membutuhkan data datanya. Kami tertarik untuk meningkatkan pelayana online. Bermacam-macam namanya, di Kota Padang juga ada pelayanan online tapi teknis dan namanya berbeda. Kami berpikir, bagaimana kalau Kota Padang bisa mencontoh,” ujar Dasran.
Red