Mulai Pendaftaran hingga Pelatihan Nakes, Dinkes Akui Kesulitan Laksanakan Vaksinasi
AMBONEWS.COM, Bengkulu - Pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mengakui mengalami kesulitan pada pelaksanaan vaksinasi COVID-19, akibat lambatnya pelatihan dan pendaftaran teregristasi sistem.
"Kami mengalami kendala dalam pendaftaran tersistematis via online dan pelatihan tenaga kesehatan (Nakes) sebagai vaksinator," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Lisyenti Bahar, Senin (25/1/2021).
Akibatnya, kata Lisyenti, proses vaksinasi tahap I yang ditujukan kepada 5.899 orang di tiga daerah yakni, Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah dan Seluma, baru mencapai 1.463 orang atau sebesar 7 persen.
Setelah mendapat perintah dari pemerintah pusat, pihaknya pun membolehkan pendaftaran ulang dilakukan secara secara offline dengan skema dibantu segera oleh pihak TNI, Polri, maupun Bhabinkamtibmas.
"Bagi nakes yang belum dapet sms, silahkan dikoordinasikan lebih lanjut dengan terus berkoordinasi dengan pihak dinas kesehatan, dan secara paralel melalui kanal-kanal yang sudah ditentukan," katanya.
Kemudian berkaitan dengan kendala sumber daya manusia sebagai vaksinator, pihaknya pun meminta kepada pemerintah daerah mengambil kebijakan masing-masing untuk melakukan pelatihan penyuntikan.
Sementara itu ada tujuh daerah lagi yang belum memperoleh alokasi vaksin COVID-19 Sinovac pada tahap I sebanyak 20.280 vial. Kemudin Kementerian Kesehatan kembali mendistribusikan sebanyak 11.600 vial di tahap kedua pada Minggu (24/1/2021) dengan sasaran masih ditujukan kepada para tenaga kesehatan.
Tak hanya itu, Lisyenti mengatakan pihaknya belum terfokus pada sosialisasi vaksinasi kepada masyarakat lantara sampai saat ini belum juru teknis pelaksanaannya.
"Akhir Februari selesai tahap I. Tahap II baru akan dimulai Maret sebagai sasaran aparat penegak hukum. Artinya belum bakal ada sosialisasi khusu ke masyarakat," kata Lisyenti. (Bisri)