Skip to main content
Zulkarnaen,

Masyarakat Kota Bengkulu Kian Cerdas Tanggapi Isu Terkait Covid-19

AMBONEWS.COM, Bengkulu - Beredar luas di media sosial, video yang berjudul “Gubernur menutup masjid taqwa, walikota menutup lokalisasi” menuai banyak perhatian dari masyarakat.

Dalam video tersebut seakan memancing kegaduhan masyarakat akan penilaian baik dan buruk dari masyarakat itu terkait video tersebut.

Namun, beruntungnya masyarakat saat ini telah pintar dalam menerima dan mencerna informasi yang beredar, lantaran tidak sedikit warga Kota Bengkulu yang telah diberikan efek jera oleh kepolisian karena membuat dan menyebarkan hoax.

“Tidak usah dikomentari lagi, masalahnya masyarakat sudah jenuh, banyak pihak sudah mempolitisir Corona terus, coba jika memang ingin menutup lokalisasi kenapa harus sekarang, apalagi membuat video seolah-olah walikota bekerja dengan baik dengan menutup kawasan berpotensi penyebaran Covid-19 dan pak Gubernur telah melakukan kriminalisasi,” kata Zulkarnaen, salah satu warga Kota Bengkulu, Kamis (8/4).

Zulkarnaen pun menilai, video seperti ini harusnya tidak perlu dibuat bahkan disebarkan terlebihlagi saat ini Bengkulu tengah dilanda wabah Covid-19, yang jelas telah membuat masyarakat waswas.

Untuk diketahui bahwa kebijakan Gubernur Bengkulu menutup masjid taqwa adalah karena sesuai protap kesehatan dan diskusi antara Gubernur, FKPD dan team gugus tugas penanganan wabah Covid-19, bahwa menurut kronologi dari seorang yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia, sejak 5 Maret 2020 hingga meninggal, almarhum melakukan aktifitas di masjid taqwa, sehingga masjid di tutup agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

 

Redaksi