Takut di Rapid Test, Pedagang di Pasar Panorama Pilih Tutup Toko
AMBONEWS.COM, Kota Bengkulu - Pedagang pakaian di Pasar Panorama Kota Bengkulu mendadak sepi lantaran Dinas Kesehatan Kota Bengkulu kembali melakukan rapid test masal lanjutan.
Rapid test masal ini dilakukan pasca satu keluarga yang kesehariannya berdagang di Pasar Panorama terpapar Covid-19 dan kemarin, Selasa (23/6), dilakukan rapid test dengan hasil 7 orang reaktif.
Hari ini, Rabu (24/6), Dinkes Kota Bengkulu kembali melakukan rapid test lanjutan, namun para pedagang yang belum sempat di rapid test sebelumnya merasa ketakutan hingga memilih untuk tidak berjualan dan membuka toko.
"Saya juga nggak paham, mungkin karena kemarin isunya katanya diharuskan (rapid test, red), jadi sebagian itu malah ketakutan, sebenarnya aneh kalau kata saya, maunya malah bersyukur, jadi kita bisa antisipasi, kalau memang sakit diobati, sukur sukur kita sehat, saya juga kaget, kok tutup semua, kayaknya ini imbas dari kemarin," Ungkap Rita, salah satu Pedagang Pakaian di Pasar Panorama.
Seharusnya, kata Rita, jika memang sayang dengan keluarga, tidak perlu takut untuk di rapid test, karena dari sana bisa diketahui terpapar juga dengan Covid-19 ini atau sehat sehat saja.
Sama halnya dengan Kaka, pedagang pakaian di Pasar Panorama lainnya yang masih membuka tokonya, faktor sepinya pedagang yang membuka toko hari ini karena takut akan dirapid test.
"Kayaknya mereka takut sama test ini, (sepi pedagang, red) ini kayaknya sudah dari adanya pengumuman akan ada test ini mungkin," Demikian Kaka.
Nay