Aksi Solidaritas Mahasiswa Daerah, Kecil Tapi Berdampak Besar
AMBONEWS.COM, Bengkulu - Aksi solidaritas yang dilaksanakan Aliansi Mahasiswa Kedaerahan Bengkulu ternyata tidak hanya sebatas aksi bagi-bagi handsanitizer dan pamflet terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat.
Dalam langkah pemerintah untuk penerapan New Normal dengan mempertimbangkan seluruh aspek, baik secara sosial maupun ekonimi, Aliansi Mahasiswa Kedaerahan menyatakan siap untuk mendukung langkah yang diambil oleh pemerintah ini.
Sebagai bentuk dukungan itu, para mahasiswa ini berinisiatif memberikan bantuan handsoap serta bahan untuk memuat cairan disinfektan kepada beberapa pengurus tempat ibadah yang ada di Kota Bengkulu.
Diantaranya, Masjid Jami', Masjid Raya Baitul Izza, Masjid Agung At-Taqwa, Gereja Katolik Santo Yohanes serta Gereja GKII Tebeng.
Hal ini dilakukan tak lain adalah untuk mendukung pemrintah dalam penerapan New Normal agar kembali membuka rumah ibadah.
"Apa saja yang kami berikan ini tentu bukan apa-apa dibanding dari apa yang sudah orang lain berikan, namun kami yakin dan percaya bahwa dengan 25 liter Hand soap yang kami berikan kepada rumah ibadah ini, minimal bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat untuk beribadah dan bisa membantu melindungi seluruh masyarakat dari penyebaran Covid-19," Kata Koordinator Aksi Solidaritas Aliansi Mahasiswa Kedaerahan Bengkulu, Syahrio Marta Hila, Senin (29/6).
Syahrio berharap, meskipun aksi yang dilakukannya bersama rekan-rekannya ini hanya merupakan aksi kecil, namun bisa bermanfaat besar bagi masyarakat.
Selain itu, hal ini juga diharapkan agar menjadi motivasi masyarakat agar sadar akan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih, tetap menjaga kesehatan serta mematuhi protokol kesehatan.
Disamping itu, Pendeta Gereja Kristen Injilia Indonesia (GKII) Kebun Tebeng Kota Bengkulu, Susilo Pranoto mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di luar Kota Bengkulu ini.
"Saya senang, lewat aksi ini artinya rasa kebangsaan kalian (mahasiswa daerah, red) itu muncul, bahwa kita ini satu bangsa, satu negara, tanpa membeda-bedakan, bhinneka tunggal ika, saya bangga dengan aksi yang kalian lakukan, dan memang Covid-19 ini adalah musuh bersama, bukan musuh segolongan orang. Saya kira aksi kemanusiaan yang kalian buat sangat berharga dan sangat bernilai,"Ungkapnya.
Nay

