Sulitnya Sekolah Daring di Daerah Susah Sinyal
AMBONEWS.COM, Bengkulu - Dunia pendidikan di masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini termasuk menjadi yang sangat terdampak, dampak itu ada yang positif, ada juga yang negatif. Namun, dampak negatif tersebut bisa saja dihilangkan dan berubah menjadi positif jika tenaga pendidik maupun anak didik tetap bersemangat untuk menuntut ilmu meski terhalang berbagai kendala.
Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, Pemerintah mwbgambil kebijakan untuk sekolah melakukan proses belajar mengajar secara daring, sontak kebijakan ini menuai pro dan kontra.
Di daerah perkotaan ataupun pedesaan yang sudah tergolong maju, sekolah secara daring tidak terlalu menjadi masalah dan mengalami kendala, namun berbeda di daerah yang sulit sinyal.
Seperti di Desa Sungai Ipuh Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, diungkapkan salah satu guru IPA SMPN 09 Mukomuko, Eva Fauziah, akses jaringan internet sangat susah dijangkau, yang ada hanya di satu titik saja terdapat sinyal sedangkan ditempat lainnya tidak ada.
"Kalau lokasi sekolah mudah di jangkau, karena jalan sudah aspal sampai depan sekolah, kendala selama belajar daring ini yang pertama terkait sinyal, karena tower hanya ada satu di arah Sungai Gading sana, jadi untuk Dusun Bawah arah Sungai Ipuh susah sinyal. Jadi tidak bisa membuat kondusif belajar daring. Belum lagi pengetahuan orang-orang disini dengan aplikasi zoom, google clasroom dan telegram masih sangat minim. Jadi untuk belajar daring hanya bisa menggunakan whatsapp dan masanger facebook," Ujarnya.
Terlebih lagi, listrik d daerah ini serinhkali mati, jika turun hujan, listrik langsung mati, sehingga sinyalpun hilang seketika dan menghambat dirinya untuk mengirimkan vidio pembelajaran yang telah dibuatnya untuk siswa siswi nya.
"Disini sering nati lampu, seketika sinyal langsung hilang, hujan sedikit langsung mati lampu, dalam satu minggu ini saja sudah sekitar empat kali listriknya mati, jadi menghambat proses belajar mengajar daring ini," Tutup Eva.
Nay