Pasien yang Dicurigai Terkena Virus Corona di Bengkulu Belum Suspect
AMBONEWS.COM, Bengkulu - Dengan adanya satu pasien yang dicurigai terinfeksi virus Corona, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu lakukan penanganan khusus.
Satu ruangan khusus telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu di RSUD M Yunus untuk penanganan pasien yang dicurigai terkena virus Corona ini dengan biaya pengobatan di gratiskan walaupun bukan pasien BPJS.
Dijelaskan Direktur RSUD M Yunus Bengkulu Zulki Mauluf Sitonga, saat ini pasien tengah berada di ruang isolasi dengan alat dan penanganan khusus, supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Dalam rangka kita mengantisipasi penyebaran virus ini, maka secara prosedur dan alur, SOP nya, aturannya dari Kementerian Kesehatan, yang harus kita lakukan ketika kita menemukan gejala ISPA atau influenza, batuk pilek, yang berasal dari Negara Tiongkok, maka ketika itu kita temukan, maka prosedur pengisolasian harus kita lakukan sampai kita nyatakan yang bersangkutan negatif (terkena virus Corona, red), baru kita kembalikan," Katanya, Rabu (30/1).
Pengisolasian pasien dilakukan hingga 14 Hari sesuai dengan SOP, namun jika dalam beberapa hari ini ini pasien tidak menunjukkan gejala gangguan saluran pernapasan bagian bawah itu berarti pasien negatif terinfeksi Virus Corona.
Namun ketika gejala gangguan saluran pernapasan bagian bawah itu muncul, juga belum bisa dikatakan terinfeksi Virus Corona, harus diisolasi selama 14 Hari.
"Diagnosa kita dari tadi malam melakukan suatu observasi hingga pagi ini, masih observasi belum Suspect, karena perlakuan observasi dengan suspect itu sangat berbeda, ketika kita menyatakan suspect maka semua yang dekat dengan dia kemarin, itu harus kita cari, untuk kita isolasi kembali semuanya, untuk meminimalisir penularan. Diagnosa dari kita pasien ini mengalami faringitis," Jelas Direktur.
Sebagai informasi, pasien yang merupakan mahasiswa Tiongkok asal Kabupaten Lebong, Bengkulu ini saat ini dirawat secara khusus di ruang isolasi RSUD M Yunus, tanpa ada satu orang pun diperbolehkan masuk ke ruangan isolasi kecuali petugas medis yang menangani. (Nay)