Dirut RSUD Mukomuko Imbau Masyarakat Dukung Putus Mata Rantai Penularan COVID-19
AMBONEWS.COM, Mukomuko - Mengenai aksi pencegahan penyebaran Covid-19, Direktur Utama (Dirut) RSUD Mukomuko Tugur Anjastiko mengajak seluruh Pemeritah Daerah (Pemda) dan jajaran dinas yang terkait dan masarakat ,ikut andil memutus mata rantai Corvid-19.
Karena, supaya penyebaran Covid-19 ini tidak meluas ke masyarakat Kabupaten Mukomuko.
Pemerintah saat ini telah mengambil tindakan untuk meliburkan sekolah, seperti TK, SD dan SMP.
"Anak-anak libur sekolah 14 hari, sayangnya banyak orang tidak memahami. Mengapa 14 hari dan untuk apa, maklum himbauan itu tanpa disertai penjelasan yg memadai. 14 hari itu sangat penting dan harus disertai tindakan kepatuhan. 14 hari itu mampu menghentikan laju penularan Covid-19. 14 hari itu mampu menyelamatkan ribuan orang," Jelas Dirut, Rabu (18/3).
Lebih lanjut dijelaskan Dirut, ketika seseorang kontak dengan apapun yang bisa menginfeksinya dengan Covid-19, maka harus ditunggu 14 hari minimal, jika tidak terjadi apa-apa, maka orang itu aman.
Libur 14 hari untuk memotong rantai penularan, ini baru akan berhasil jika semua orang tetap tinggal di rumah masing2 selama 14 hari itu.
"Kenapa? Contoh, seorang anak mulai libur tanggal 16 Maret selama 14 hari, dia akan masuk sekolah lagi pada hari ke-15. Ternyata anak ini dan keluarganya menggunakan waktu libur itu untuk jalan-jalan, mengunjungi kumpulan orang atau ketempat saudara, ke mall dan lain lain, seandainya dia jalan-jalan di hari ke 10 dan terlular Covid-19 di tempat yang ia kunjungi, mungkin pada hari ke 14/15 belum ada tanda-tanda dia sakit, tetapi dia sudah membawa Covid-19 di tubuhnya dan berpotensi menularkan, andai dia masuk sekolah pada hari ke 15 dan seterusnya," Sambung Tugur.
Maka 14 hari libur sekolahnya itu tidak ada gunanya, penularan terjadi juga di sekolah, efek domino akan berlangsung, rantai penularan tidak terputus.
Untuk itu, semua orang harus bekerjasama, semua warga harus kompak, yaitu patuh untuk tidak tidak keluar kota dalam 14 hari itu kecuali untuk hal yang sangat perlu.
Waktu 14 hari itu, berguna untuk saling pantau, jika ada orang yg menunjukkan gejala2 menderita serangan Covid-19, bisa segera ditangani dan penularan stop hanya pada dia, karena dia tidak kontak dgn orang lain dalam 14 hari itu.
"Jadi, mari kita mengisolasi diri, untuk diri sendiri dan orang lain, mungkin pula dalam skala besar untuk umat manusia. Mohon jelaskan kepada orang-orang lain, supaya semua patuh dan pemerintah terbantu untuk stop penularan Covid-19, jika tidak, maka 14 hari libur itu percuma, 14 tahun pun tak bisa stop penularan. Semoga Indonesia cepat kondisi seperti semula," Demikian Tugur Anjastiko. (Sutrimo)