Skip to main content

Tidak Ada Laporan Positif COVID-19, Semoga Pandemi Cepat Berlalu

Kota Bengkulu (AMBONEWS) - Kabar gembira tentunya bagi masyarakat Kota Bengkulu. Sebab, Senin (13/9/2021) tidak ada satu pun laporan warga yang positif Covid-19. Seperti disampaikan Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi.

“Alhamdulillah, hari ini tidak ada laporan warga positif COVID-19. Kita semua berharap semoga ini awal pertanda baik. Kita harus yakin bahwa badai pasti berlalu,” ujar Dedy.

Dedy juga mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama berdoa agar pandemi yang sudah lebih 2 tahun mengguncang dunia segera berlalu.

Samsung Salurkan Rp4 Miliar Bantuan Penanganan COVID-19 di Indonesia

Jakarta (AMBONEWS) - Samsung Electronics Indonesia (SEIN), menyalurkan bantuan berupa alat kesehatan, seperti generator oksigen, senilai kurang lebih USD 300.000 atau sekitar Rp4 miliar melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia dalam membantu pemerintah menanggulangi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Kapolda Bengkulu Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Pesantren Pancasila

Bengkulu (AMBONEWS) - Kapolda Bengkulu Irjen. Pol Drs Guntur Setyanto didampingi Karo Ops, Dirintelkam, Dir Samapta, Plh Kabid Dokkes, Kabid Humas, Karumkit, dan Koorspripim meninjau kegiatan serbuan vaksinasi merdeka yang digelar di Pondok Pesantren Pancasila, Jalan Rinjani Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu, Selasa (7/9/2021).

Gubernur Rohidin Serahkan 169 Oksigen Konsentrator untuk Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Bengkulu

Bengkulu (AMBONEWS) - Gubernur Rohidin Mersyah, Selasa Pagi 24/08, menyerahkan 169 oksigen konsentrator yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan RI kepada Rumah Sakit rujukan COVID-19 se Provinsi Bengkulu. 

"Hari ini kita kembali mendapatkan bantuan berupa oksigen konsentrator, artinya ketersedian oksigen bagi pasien COVID-19 mudah-mudahan dapat terpenuhi apalagi kondisi sekarang wabah semakin melandai," ujarnya.

Legislator Kritisi Angka Kematian Dikeluarkan dari Indikator Penanganan COVID

Jakarta (AMBONEWS) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menilai  dikeluarkannya angka kematian dari indikator penanganan Covid-19 sebagai kebijakan yang tidak ada dasar ilmiahnya.

“Angka kematian adalah indikator penting yang harus dihitung dalam penanganan pandemi.  Pastikan  setiap kebijakan harus ada landasan ilmiahnya. Jangan asal gampangnya saja," katanya dalam keterangan media, Rabu (11/08/2021).

Netty mempertanyakan apa  standar  yang dipakai  pemerintah ketika mengeluarkan angka kematian dari indikator penanganan Covid-19.

Subscribe to Covid-19